Dinas Pertanahan Kab. Berau Menghadiri Musrenbang Kecamatan Pulau Derawan
TANJUNG BATU – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Pulau Derawan Tahun 2026 dalam rangka penyusunan RKPD Tahun 2027 kembali digelar dan dipusatkan di Pendopo Kecamatan Pulau Derawan, Kampung Tanjung Batu, Rabu (11/2/2026). Kegiatan tersebut dibuka dan dipimpin langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas.
Turut hadir Ketua DPRD Berau Dedy Okto Noryanto, Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur Syarifatul Sa’diah, Anggota DPRD Berau Liliansyah, Abdul Waris, dan H. Saga, Kepala Bapelitbang Berau Endah Ernany selaku moderator, serta pimpinan OPD terkait.
Sebanyak 93 usulan pembangunan disampaikan oleh lima kampung di Kecamatan Pulau Derawan. Rinciannya, Kampung Pegat Batumbuk 15 usulan, Tanjung Batu 38 usulan, Teluk Semanting 18 usulan, Kasai 13 usulan, dan Pulau Derawan 8 usulan.
Camat Pulau Derawan, Samsudin Amba Kadang, menjelaskan bahwa mayoritas usulan disesuaikan dengan potensi daerah, terutama pada sektor pariwisata dan perikanan. Salah satunya pembinaan usaha pengalengan ikan yang telah memperoleh izin BPOM serta dukungan penguatan infrastruktur penunjang wisata.
Selain itu, masyarakat juga mengusulkan peningkatan infrastruktur dasar seperti pendidikan, kesehatan, serta kebutuhan air bersih. Hingga kini, beberapa wilayah termasuk Pulau Derawan belum menikmati sambungan PDAM dan masih mengandalkan sumur bor serta air hujan.
Adapun dua usulan prioritas Kecamatan Pulau Derawan yang disepakati dalam Musrenbang tersebut, yakni:
Pembangunan dan penyambungan jaringan pipa air bersih (PDAM) hingga wilayah Pulau Derawan dan kampung sekitarnya guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Lanjutan pembangunan dan penataan area parkir UPTD Dermaga Sidayang sebagai penunjang konektivitas dan peningkatan kunjungan wisatawan.
Menanggapi berbagai usulan tersebut, Bupati Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa Pulau Derawan memiliki potensi besar di sektor pariwisata. Kampung Pulau Derawan bahkan pernah meraih posisi ketiga desa wisata terbaik kategori digital dan turut mendukung Kabupaten Berau meraih penghargaan pariwisata tingkat nasional.
“Potensi pariwisata ini mampu meningkatkan pendapatan asli daerah, pendapatan kampung, sekaligus mendorong kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Ia menyebut, pemerintah daerah tahun ini menyiapkan sejumlah program pendukung, seperti pembangunan amenitas Gusung Sanggalau, amenitas Hutan Pinus, gapura pariwisata, serta pelatihan hospitality bagi pengelola wisata. Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) juga diminta lebih aktif mempromosikan destinasi lokal agar daya tarik wisata semakin meningkat.
Bupati juga menegaskan pentingnya peran perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) yang harus dilaksanakan secara optimal, transparan, dan selaras dengan kebutuhan masyarakat serta program pembangunan daerah.
“CSR bukan sekadar formalitas, tetapi kewajiban kontribusi perusahaan bagi masyarakat. Jika tidak dilaksanakan, tentu ada konsekuensi hukum,” tegasnya.
0 Komentar