Dinas Pertanahan Kab. Berau Menghadiri Musrenbang Kecamatan Maratua
TANJUNG REDEB – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Maratua Tahun 2026 digelar pada Rabu (11/2/2026) malam di Ruang Rapat Sangalaki, Kantor Bupati Berau. Forum tersebut menjadi wadah penyampaian berbagai usulan prioritas, mulai dari kebutuhan infrastruktur pemerintahan, pengelolaan sampah, hingga penguatan sektor pariwisata sebagai andalan daerah.
Camat Maratua, Ariyanto, menyampaikan sejumlah kebutuhan mendesak di wilayahnya. Di antaranya pengadaan lahan untuk pembangunan TK Negeri Maratua, penyelesaian rehabilitasi Kantor Camat yang saat ini baru terpasang atap tanpa plafon sehingga belum dapat ditempati, serta pengadaan mobil pengangkut sampah untuk empat kampung di Maratua.
Dalam Musrenbang tersebut, disepakati dua usulan prioritas dari beberapa kampung di Kecamatan Maratua, yaitu:
Pengadaan mobil pengangkut sampah untuk Kampung Teluk Harapan, Payung-Payung, Bohe Silian, dan Teluk Alulu guna mendukung pengelolaan sampah terpadu serta menjaga kebersihan destinasi wisata.
Penyelesaian rehabilitasi Kantor Camat Maratua dan pengadaan lahan pembangunan TK Negeri Maratua sebagai penunjang pelayanan publik dan sektor pendidikan.
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, menegaskan bahwa Maratua merupakan destinasi unggulan pariwisata, bukan hanya bagi Kabupaten Berau tetapi juga telah dikenal di tingkat nasional hingga internasional. Hal ini ditandai dengan meningkatnya minat wisatawan serta adanya penerbangan langsung menuju Maratua.
Menurutnya, potensi wisata tersebut harus dikelola secara optimal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat, terlebih di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Ia meminta pemerintah kecamatan dan kampung mampu menghadirkan inovasi dan kreativitas dalam mengembangkan sektor potensial, mengingat alokasi dana kampung (ADK) juga terbatas.
Bupati juga menekankan pentingnya penanganan sampah di Pulau Maratua agar keindahan alam tetap terjaga. Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari perangkat kecamatan, pemerintah kampung hingga masyarakat, untuk berkolaborasi menjaga kebersihan lingkungan melalui gerakan bersama. Program pemilahan sampah di tingkat RT melalui dukungan dana RT sebesar Rp50 juta diharapkan menjadi budaya baru masyarakat.
“Kita wujudkan Gerakan Indonesia ASRI di Maratua. Sampah bukan hanya masalah lingkungan, tetapi juga memiliki nilai ekonomis jika dikelola dengan baik,” ujarnya.
Pada tahun 2026, pemerintah daerah juga merencanakan pembangunan Tourism Information Center (TIC) dan sarana toilet di Teluk Harapan, pelatihan bahasa Inggris bagi pelaku pariwisata, serta pengembangan pusat UMKM sebagai wadah promosi produk unggulan Maratua.
Dari sisi infrastruktur, jalan di Maratua telah seluruhnya beraspal dan akan ditambah penerangan jalan umum (PJU). Berbagai event wisata seperti Maratua Jazz dan Maratua Run juga akan terus dilaksanakan sebagai upaya memperkuat promosi pariwisata sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan.
0 Komentar